Minggu, 09 September 2018

Anak Wajib Dilindungi dari Konten negatif

Tags

17an.web.id, Anak Wajib Dilindungi dari Konten negatif - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyampaikan, anak-anak yang menggunakan perangkat pintar (gawai) di Tanah Air harus diawasi dan diarahkan dengan baik agar tidak terpapar Konten negatif yang bisa merusak masa depannya. Peran orang tua dan sekolah pun diperlukan.

Menurut Menkominfo, penggunaan gawai, atau alat teknologi berukuran mini oleh anakanak, khususnya di lingkungan pendidikan secara berlebihan dikhawatirkan pemerintah akan menimbulkan dampak negatif terhadap perkembangan diri anak untuk menggapai masa depan yang lebih baik.


Pengaruh negatif penggunaan gawai berlebihan dapat membuat sang anak mengalami gangguan kesehatan, kecanduan akut, maupun terpapar paparan negatif, seperti Konten negatif pornografi dan kekerasan.

"Kita harus mengarahkan anak-anak supaya hanya mengakses konten bermuatan positif dan produktif yang tak kalah banyak jumlahnya di dunia maya," kata Rudiantara, dalam Ministerial Statement tentang Pembatasan Penggunaan Gawai oleh Anak-anak di Sekolah dan Madrasah di Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Jakarta, baru-baru ini.

Menurut dia, pemerintah pun berkewajiban melindungi masa depan anak-anak Indonesia sesuai Ut! Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Bentuk perlindungan dari pemerintah kepada anak-anak, salah satunya yaitu hak untuk memperoleh pengetahuan positif dalam kondisi pesatnya perkembangan bidang teknologi Informasi.

"Output dari kegiatan ini adalah dirumuskannya surat keputusan bersama (SKB) hasil diskusi menteri terkait untuk pembatasan penggunaan gawai," ucapnya.

Kendati demikian, Rudiantara meminta kepada para orang tua dan guru di sekolah juga ikut berperan aktif untuk mengawasi penggunaan gawai oleh anak-anak. Pengawasan melekatnya dapat berbentuk membatasi durasi dan materi yang anak-anak akses saat menggunakan gawai.

Dia menuturkan, konten positif dan produktif akan lebih membangun watak kepribadian anak-anak Indonesia serta memberikan bekal keterampilan dan pengetahuan untuk menyongsong masa depan yang lebih baik.

Menurut Menkominfo, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah sejak lama berupaya melindungi anak-anak dari pengaruh terpaparnya konten negatif, terutama dari kegiatan memanfaatkan internet. Bahkan, Kemenkominfo telah melakukan routing ke fitur safe search, sehingga per tanggal 10 Agustus lalu, kontenkonten negatif sudah jarang yang bisa diakses lagi melalui Google.

Upaya lainnya yang dilakukan dengan mendata 289 ribu situs konten positif yang masuk dalam whitelist Kemenkominfo. Setelah itu, harapannya dapat menjadi akses informasi yang positif bagi para tenaga pendidik, praktisi, serta orang tua.

Pada acara itu, hadir juga Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise, Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Regulasi Pendidikan dan Kebudayaan Chatarina Muliana, serta Kepala Badan Penelitian, Pengembangan, dan Pendidikan Pelatihan Kementerian Agama Prof DR Abdul Rahman Masud.

Sebagai informasi, hasil penelitian sebuah lembaga riset di Eropa yang dipublikasikan di jurnal kesehatan anak Acta Paedatrica, tahun lalu, menunjukkan bahwa kelebihan penggunaan gawai serta menonton televisi oleh anak-anak dapat menyebabkan gangguan kesehatan.

sumber berita: Investor daily, halaman 3 (07/09/2018)

Penelusuran yang terkait dengan Konten negatif



EmoticonEmoticon