Senin, 22 Oktober 2018

Banser Garut Bakar bendera HTI

17an.web.id, Belasan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Ansor, Nahdlatul Ulama (NU) Garut membakar bendera berwarna dasar hitam dan bertuliskan aksara arab berwarna putih yang mirip dengan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). 

Berdasarkan video berdurasi 02.05 menit yang diterima CNNIndonesia.com dan tersebar di laman Youtube,  pembakaran dilakukan oleh belasan anggota Banser seraya menyanyikan mars NU.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas membenarkan hal itu. Dia mengatakan pembakaran terjadi saat Banser Garut merayakan hari santri pada Minggu kemarin (21/10).


"Betul. Itu di Garut. Menurut laporannya, kejadian di hari peringatan hari santri kemarin di Garut," tutur Yaqut saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (22/10).

Meski belum diketahui pasti, Yaqut mengklaim bahwa benda yang dibakar anggotanya adalah bendera HTI. Dia yakin anggota di Garut yang terlibat pembakaran memang menganggap itu sebagai bendera HTI, yang merupakan organisasi terlarang di Indonesia.

"Saya yakin teman-teman melihat itu sebagai bendera HTI. Kami enggak ada urusan dengan bendera organisasi yang sudah dibubarkan pemerintah dan faktanya memang mengancam kedaulatan," kata Yaqut.

Merujuk dari tayangan dalam video, mulanya, ada satu anggota banser yang membawa bendera berwarna hitam bertuliskan aksara arab. Belasan anggota Banser lainnya kemudian berkumpul untuk bersama-sama menyulut bendera tersebut dengan api. 

Sebagian dari mereka mengenakan pakaian loreng khas Banser lengkap dengan baret hitam.

Tak hanya bendera, mereka juga nampak membakar ikat kepala berwarna hitam bertuliskan aksara arab. Agar kedua benda lebih cepat dilalap api, mereka menggunakan koran yang juga telah disulut. Sementara itu, ada salah satu dari mereka yang mengibarkan bendera Merah Putih berukuran besar.

Saat api mulai besar dan melalap setengah bendera, sejumlah anggota Banser semakin semangat menyanyikan lagu NU. Beberapa di antaranya seraya mengepalkan tangan seirama dengan nada yang dinyanyikan.

Artikel telah dimuat di CNN Indonesia dengan judul : Diiringi Lagu NU, Banser Garut Bakar Bendera HTI

Minggu, 21 Oktober 2018

Kronologi Polemik Sandiaga Uno Vs Susi Pudjiastuti

17an.web.id, Jakarta - Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno mengklarifikasi pemberitaan yang menyebutkan bahwa dia menganggap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mempersulit perizinan bagi nelayan. "Saya enggak pernah bilang itu. Lihat saja videonya, ada," kata Sandi saat ditemui dalam selepas menghadiri acara Conference on Indonesia Foreign Policy di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu, 20 Oktober 2018.

Kronologi Polemik Sandiaga Uno Vs Susi Pudjiastuti


Berikut kronologi polemik yang melibatkan Susi dan Sandiaga Uno.

10 Oktober 2018

Sandiaga berkunjung ke tempat pelelangan ikan (TPI) Karangsong, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Di sana, sejumlah nelayan mengeluhkan lamanya pembuatan surat izin penangkapan ikan atau SIPI kepada Sandi.

Salah satunya disampaikan oleh Ketua Koperasi Perikanan Laut (KPL) Mina Sumitra Karangsong, Darto. "Kalau sudah jadi wakil presiden ingat Karangsong dan jangan dipersulit masalah perizinan SIPI," ujar Darto seperti dikutip dari Antara. Para nelayan, kata dia, hanya ingin mendapatkan kemudahan perizinan. Saat itulah, Sandiaga merepons keluhan para nelayan ini.

Semua keluhan dan perbaikan proses perizinan tersebut, kata Sandi, adalah permintaan nelayan sendiri. Sebagai calon wakil presiden, Ia pun berjanji tidak akan mempersulit perizinan bagi nelayan jika terpilih nanti. "Kami akan permudah untuk nelayan, sesuai Undang-Undang," ujarnya.

12 Oktober 2018

KKP akhirnya memberikan respons cepat. KKP menerbitkan surat yang isinya mempermudah para pengguna kapal untuk mendapatkan SIPI melalui e-service.

15 Oktober 2018

Keluarlah surat dari anggota Komisi Perikanan DPR, Ono Surono. Melalui surat itu, Ono meminta agar sosialisasi perihal perizinan ini semakin diperluas. Ono merupakan anggota DPR dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dari Dapil VIII Jawa Barat yang meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Indramayu.

17 Oktober 2018

Susi meluapkan kemarahannya di media dan televisi nasional. "Saya marah, dan ini sudah diiingatkan. Jangan bawa ekonomi perikanan ke politik," ujar Susi di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Susi menjelaskan bahwa kementeriannya hanya mengeluarkan izin untuk kapal berukuran di atas 100 GT. Sedangkan saat ini, tidak ada lagi perizinan untuk kapal tangkap ikan nelayan berukuran di bawah 10 GT. Sedangkan izin kapal 10 hingga 30 GT berada di tangan pemerintah daerah setempat, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Indramayu. "Jadi jangan asal ngomong, belajar, dan baca undang-undang perikanan," kata dia.

Dengan sederet fakta itu, Sandiaga Uno hanya meminta agar sosialisasi terkait aturan ini semakin digencarkan. Ia tak menampik bahwa masih ada nelayan yang belum mendapatkan informasi perihal ketentuan ini. Selain itu, Ia juga tak ingin memperpanjang pertikaian dengan Susi. "Dia teman baik saya, saya enggak mau berantem," ujarnya, Sabtu, 20 Oktober 2018.

Sumber : tempo

Minggu, 09 September 2018

Ternyata Ada Tim Satgas Ini Dibalik Kesuksesan Asian Games 2018

17an.web.id, Ternyata Ada Tim Satgas Ini Dibalik Kesuksesan Asian Games 2018 - Perhelatan Asian Games 2018 telah usai. Ada banyak kisah di balik acara olahraga terbesar kedua di dunia itu. Salah satunya dari Satuan Tugas Pengawas Spektrum Frekuensi Radio (SFR) Kementerian Kominfo.

Dibawah Ditjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI), tim bekerja selama perhelatan acara untuk mengamankan frekuensi radio yang digunakan untuk pembukaan, pelaksanaaan pertandingan, pencatatan skor, serta ketika penutupan. Tak hanya itu, tim yang dikoordinasikan dari Balai Monitoring Frekuensi Jakarta, Jawa Barat dan Palembang itu juga memastikan agar perangkat yang digunakan untuk kebutuhan panitia dan official tidak mengalami gangguan atau interferensi.

Ternyata Ada Tim Satgas Ini Dibalik Kesuksesan Asian Games 2018
Ternyata Ada Tim Satgas Ini Dibalik Kesuksesan Asian Games 2018
Satuan Tugas Pengawas Spektrum Frekuensi Radio merupakan tim khusus yang dibentuk Kementerian Kominfo untuk memantau sejak persiapan hingga perhelatan Asian Games digelar, termasuk pertandingan. Satgas SFR ini bertugas menjaga agar tidak terjadi interverensi pada seluruh perangkat yang menggunakan spektrum frekuensi radio.

“Mereka menjaga BTS-BTS penyelenggara telekomunikasi atau cellular company beroperasi dengan baik. Kami juga menjaga wifi-wifi yang dibutuhkan untuk koneksi internet seluruh stakeholders di Asian Games, seperti wartawan, media center, bahkan pengunjung. Kami jaga dari potensi gangguan dan interverensi perangkat,” tutur Dirjen SDPPI Ismail.

Menurutnya, banyak perangkat di Asian Games yang rentan akan gangguan spektrum frekuensi. “Misalnya perangkat ketika melakukan penjurian, menghitung detik dan menit dari kecepatan lari atletik. Banyak sekali perangkat yang menggunakan spektrum frekeunsi radio dan sangat sensitif dengan gangguan. Kami berusaha keras agar sistem tersebut bisa berjalan dengan baik. Hasilnya kita lihat, hamper tidak ada keluhan dari para awak media, wasit, juri, karena sistem beroperasi dengan baik.

Menurut Dirjen Ismail, para personil Satgas SFR sendiri berasal dari empat balai monitoring frekuensi. “Kami bekerja disupport tiga Balai Monitoring kami; Balmon Jakarta, Jawa Barat, Banten/Tangerang, dan Palembang. Jumlahnya kurang lebih 30 orang,” ungkapnya.

Selain berperan dalam pengelolaan spektrum frekuensi radio, Ditjen SDPPI juga mensupport kebutuhan sertifikasi perangkat yang digunakan selama Asian Games 2018. “Kami bekerja sama dalam dua hal pokok, yang pertama pengelolaan spektrum frekuensi radio sejak persiapan hingga pelaksanaannya, dan yang kedua kami juga mensupport kebutuhan sertifikasi perangkat. Berbagai macam perangkat yang diimpor dan dibawa ke Indonesia dalam konteks persiapan Asian Games itu perlu mendapatkan sertifikasi terlebih dulu,” jelas Dirjen Ismail.

Hal menarik diungkap Dirjen SDPPI ketika harus memonitor dan mengelola frekuensi ketika ada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo  menarik saat  Pembukaan Asian Games 2018.

“Paling menarik itu ketika kedatangan Bapak Presiden. Salah satu perangkat utama Paspampres yang menjaga keselamatan dan keamanan Bapak Presiden adalah perangkat jammer. Agak repot, pada kondisi ini. Kita ingin komunikasi berjalan baik dan lancar, namun ada kebutuhan pengamanan Bapak Presiden menggunakan perangkat jammer yang membatasi penggunaan sistem komunikasi di sektiar beliau,” ungkapnya.

Lebih lanjut Dirjen Ismail, menjelaskan ketika itu Satgas SFR kemudian berkoordinasi dengan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) untuk mengatur penjadwalan dan sistem pembagian kanal.

“Kami berupaya berkoordinasi dengan teman-teman Paspampres mengatur penjadwalan dan chanelling system. Jadi ada kanal-kanal yang bisa dibagi, kanal mana yang pasti di-jam dan terblok oleh perangkat jammer tersebut, mana kanal frekuensi yang bisa clear digunakan untuk komunikasi,” jelasnya.

Dirjen SDPPI turut menjelaskan secara rinci sistem pengaturan dan pembagian kanal yang dilakukan atas hasil koordinasi Satgas SFR dengan Paspampres. 

“Paspampres ini sistem komunikasinya bekerja sampai di band 2,5 GHz. Kalau bicara wifi, band 2,4 GHz pasti kena. Jadi kami upayakan perangkat 2,4 GHz itu hanya terbatas digunakan di sekitar area VVIP. Sisanya kami buka clear channel di band 5,8 GHz. Sehingga ketika perangkat jammer tersebut on, ada sistem lain yang mem-backup yang tidak terkena pengaruh jammer. Ada waktu juga on-offnya, kapan harus on dan off itu kami sangat ketat berkoordinasi dengan Paspampres. Ini salah satu upaya kita,” jelasnya.

Perhelatan Asian Games 2018 usai, Indonesia menunjukkan tidak hanya sukses prestasi dengan menduduki peringkat empat dalam perolehan medali. Sukses penyelenggaraan juga menjadi kenangan tersendiri bagi atlet dan official peserta Asian Games 2018. Di balik sukses itu pun, ada kerja Tim dari SDPPI Kementerian Kominfo dalam mengelola frekuensi dan menjaga potensi interferensi. Paling tidak, sejarah mencatat, ketika pembukaan disediakan akses WiFi yang bisa digunakan oleh penonton dalam jumlah besar.

sumber berita: : www.majalahict.com (07/09/2018)

Penelusuran yang terkait dengan Asian Games 2018


Pertemuan IMF-World Bank di Bali Diharapkan Meriah seperti Asian Games

17an.web.id, Pertemuan IMF-World Bank di Bali Diharapkan Meriah seperti Asian Games - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Keuangan, Hadianto, berharap publikasi penyelenggaraan International Monetary Fund-World Bank Group Annual Meetings 2018 yang akan digelar di Nusa Dua, Bali, 8-14 Oktober 2018, tidak kalah dengan publikasi saat Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games XVIII tahun 2018, 18 Agustus – 2 September lalu.

Pertemuan IMF-World Bank di Bali Diharapkan Meriah seperti Asian Games
Pertemuan IMF-World Bank di Bali Diharapkan Meriah seperti Asian Games
“Annual Meeting ini melibatkan 189 negara, dihadiri oleh 15.000 delegasi, dan 200 agenda pertemuan. Kita merupakan negara keempat di ASEAN yang menjadi tuan rumah,” kata Hadianto seperti dilansir laman setkab, Jakarta, Kamis (6/9/2018).

Untuk menggelorakan forum perhelatan akbar itu, dibutuhkan dukungan dari Kementerian/Lembaga (K/L) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk bersama-sama mendorong program outreach yang memungkinkan masyarakat aware dan memiliki sikap positif terhadap hal ini.

“Kerjasama sinergi antara pemerintah dan BUMN diharapkan dapat menciptakan dukungan masayarakat, sehingga mampu membangun persepsi positif dunia terhadap Indonesia,” ujar Hadianto seraya mengakui, jika publikasi annual meeting ini akan bersundulan dengan Asian Paragames yang akan digelar di Jakarta dan Sentul pada 6-13 Oktober mendatang.

Distorsi Isu


Sementara Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Kominfo, Niken Rosarita Widyastuti menambahkan, agar dapat mendukung suksesnya Indonesia sebagai tuan rumah publikasi International Monetary Fund-World Bank Group Annual Meetings 2018, Humas K/L diharapkan dapat memanage isu negatif yang mendistorsi isu yang akan dibahas dalam pertemuan ini, seperti stabilitas perekonomian global, kemiskinan, lapangan kerja, perubahan iklim Indonesia, dan sebagainya.

Selain itu, menurut Niken, Humas K/L perlu menunjukkan potensi Indonesia di bidan pariwisata, perdagangan, dan investasi.

“Pesan kunci annual meetings ini adalah Indonesia bangga menjadi bagian dari masyarakat ekonomi dunia,” sambung Niken (dni).

sumber berita: www.okezone.com (06/08/2018)

Penelusuran yang terkait dengan IMF-World Bank di Bali


Kesan Jack Ma bertemu Jokowi dan para menteri: Pertemuan menarik

17an.web.id, Kesan Jack Ma bertemu Jokowi dan para menteri: Pertemuan menarik - Pendiri Alibaba Group, Jack Ma menggelar pertemuan dengan sejumlah menteri Kabinet Kerja di Ritz Carlton Pacifik Place, Jakarta, Minggu (2/9). Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuannya dengan presiden Jokowi, Sabtu (1/9) kemarin.

Kesan Jack Ma bertemu Jokowi dan para menteri: Pertemuan menarik
Kesan Jack Ma bertemu Jokowi dan para menteri: Pertemuan menarik
Adapun menteri yang ikut dalam pertemuan dengan Jack Ma diantaranya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, Menteri Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto, Kepala Bekraf Triawan Munaf, dan Ketua OJK Wimboh Santoso.

"Ini pertemuan yang menarik," kata Jack Ma di lokasi. 

Jack Ma mengatakan banyak hal yang dibicarakan dalam pertemuan bersama para menteri, seperti membahas soal e-commerce, internet, dan sumber daya manusia.

"Kami diskusi tentang talent building untuk e-commerce, internet, technical progress in Indonesia bagaimana kita bisa lebih mendorong small bisnis entrepreneur dan menangkap kesempatan bisnis dari e-commerce dan internet," jelasnya. 

Kemudian, dalam pertemuan itu juga sama-sama membicarakan momen 11 November seperti yang di China. Sekadar diketahui, 11 November merupakan pesta belanja online yang digelar setiap tahun di China.

"Dan kami juga sama-sama bicara tentang 11 November sebagai hari yang penting buat bisnis e-commerce Tiongkok. Banyak hal yang bisa difollow up terkait meeting ini ke depannya," ujar Jack Ma.

Sumber Berita: www.merdeka.com (02-09-2019)

Anak Wajib Dilindungi dari Konten negatif

17an.web.id, Anak Wajib Dilindungi dari Konten negatif - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyampaikan, anak-anak yang menggunakan perangkat pintar (gawai) di Tanah Air harus diawasi dan diarahkan dengan baik agar tidak terpapar Konten negatif yang bisa merusak masa depannya. Peran orang tua dan sekolah pun diperlukan.

Menurut Menkominfo, penggunaan gawai, atau alat teknologi berukuran mini oleh anakanak, khususnya di lingkungan pendidikan secara berlebihan dikhawatirkan pemerintah akan menimbulkan dampak negatif terhadap perkembangan diri anak untuk menggapai masa depan yang lebih baik.


Pengaruh negatif penggunaan gawai berlebihan dapat membuat sang anak mengalami gangguan kesehatan, kecanduan akut, maupun terpapar paparan negatif, seperti Konten negatif pornografi dan kekerasan.

"Kita harus mengarahkan anak-anak supaya hanya mengakses konten bermuatan positif dan produktif yang tak kalah banyak jumlahnya di dunia maya," kata Rudiantara, dalam Ministerial Statement tentang Pembatasan Penggunaan Gawai oleh Anak-anak di Sekolah dan Madrasah di Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Jakarta, baru-baru ini.

Menurut dia, pemerintah pun berkewajiban melindungi masa depan anak-anak Indonesia sesuai Ut! Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Bentuk perlindungan dari pemerintah kepada anak-anak, salah satunya yaitu hak untuk memperoleh pengetahuan positif dalam kondisi pesatnya perkembangan bidang teknologi Informasi.

"Output dari kegiatan ini adalah dirumuskannya surat keputusan bersama (SKB) hasil diskusi menteri terkait untuk pembatasan penggunaan gawai," ucapnya.

Kendati demikian, Rudiantara meminta kepada para orang tua dan guru di sekolah juga ikut berperan aktif untuk mengawasi penggunaan gawai oleh anak-anak. Pengawasan melekatnya dapat berbentuk membatasi durasi dan materi yang anak-anak akses saat menggunakan gawai.

Dia menuturkan, konten positif dan produktif akan lebih membangun watak kepribadian anak-anak Indonesia serta memberikan bekal keterampilan dan pengetahuan untuk menyongsong masa depan yang lebih baik.

Menurut Menkominfo, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah sejak lama berupaya melindungi anak-anak dari pengaruh terpaparnya konten negatif, terutama dari kegiatan memanfaatkan internet. Bahkan, Kemenkominfo telah melakukan routing ke fitur safe search, sehingga per tanggal 10 Agustus lalu, kontenkonten negatif sudah jarang yang bisa diakses lagi melalui Google.

Upaya lainnya yang dilakukan dengan mendata 289 ribu situs konten positif yang masuk dalam whitelist Kemenkominfo. Setelah itu, harapannya dapat menjadi akses informasi yang positif bagi para tenaga pendidik, praktisi, serta orang tua.

Pada acara itu, hadir juga Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise, Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Regulasi Pendidikan dan Kebudayaan Chatarina Muliana, serta Kepala Badan Penelitian, Pengembangan, dan Pendidikan Pelatihan Kementerian Agama Prof DR Abdul Rahman Masud.

Sebagai informasi, hasil penelitian sebuah lembaga riset di Eropa yang dipublikasikan di jurnal kesehatan anak Acta Paedatrica, tahun lalu, menunjukkan bahwa kelebihan penggunaan gawai serta menonton televisi oleh anak-anak dapat menyebabkan gangguan kesehatan.

sumber berita: Investor daily, halaman 3 (07/09/2018)

Penelusuran yang terkait dengan Konten negatif


Prestasi Indonesia di Urutan ke-4 Asian Games 2018 sebagai Torehan Terbaik yang Akan Menjadi Catatan Sejarah yang Abadi

Prestasi Indonesia di Urutan ke-4 Asian Games 2018 sebagai Torehan Terbaik yang Akan Menjadi Catatan Sejarah yang Abadi - Asian Games 2018 telah berakhir kemarin, tak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, sukses besar prestasi olahraga juga telah dibuktikan Indonesia dengan berada pada posisi ke-4 terbaik di antara 45 negara peserta pesta olahraga terbesar bangsa-bangsa di Asia. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sekali lagi mengapresiasi pencapaian prestasi tertinggi yang dicapai pahlawan olahraga Indonesia sepanjang sejarah Asian Games ini dalam acara Forum Merdeka Barat 9, bertema, “Atlet Kita, Prestasi Bangsa”, yang digelar di Auditorium Wisma Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama sejumlah peraih medali bagi Tim Indonesia, Senin Pagi (3/9).

“Asian Games 2018 telah menjadi menjadi sejarah baru pencapaian tertinggi prestasi olahraga Indonesia selama keikutsertaan Indonesia di Asian Games, dengan raihan total 98 medali, yang terdiri dari 31 emas, 24 perak dan 43 perunggu,” ujar Menpora yang menjelaskan bahwa catatan terbaik prestasi Indonesia sebelumnya di ajang Asian Games terjadi 56 tahun lalu pada saat Asian Games tahun 1962 dengan raihan 51 medali dengan 11 medali emas.

“Mari kita beri penghargaan setinggi-tingginya dan sehormat-hormatnya atas perjuangan pahlawan olahraga yang berjuang menegakkan kehormatan kita di mata dunia lewat prestasi olahraga” ajaknya kepada seluruh rakyat Indonesia untuk mengapresiasi perjuangan atlet di Asian Games 2018 kali ini.

Sebelumnya Menpora dalam berbagai kesempatan telah meminta para atlet untuk bertarung habis-habisan demi bangsa dan negara, “Kepada seluruh pahlawan olahraga Indonesia yang berlaga di Asian Games 2018, ingatlah sejarah hanya mengabadikan nama para juara. Maka bertarunglah, menanglah dan jadikan namamu abadi, Ayo Indonesia, Indonesia Juara,” ucapnya saat mengawali Asian Games dua pekan lalu.

Dengan capaian ini, Indonesia melampaui target minimal 16 medali emas yang dicanangkan pemerintah sejak awal untuk bisa berada di peringkat 10 besar Asian Games 2018. Sebanyak 9 dari 31 emas yang berhasil diraih Indonesia, berasal dari cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade (Olympic Sports), dan 22 emas dari cabang Non-Olympic Sports.

Sementara dari Pencak Silat, Indonesia meraih 14 dari 16 medali emas yang diperebutkan. Ke depan Indonesia akan memastikan Pencak Silat untuk dapat dipertandingkan di Oimpiade, ”Pemerintah akan memperjuangkan agar Pencak Silat menjadi cabang eksebisi pada Olimpiade 2020 Tokyo dan untuk selanjutnya bisa dipertandingkan secara reguler,” jelas Imam Nahrawi.

Pencapaian Prestasi Tim Indonesia di Asian Games 2018


Sejumlah pencapaian penting dicatatkan oleh Tim Indonesia sepanjang pertandingan di Asian Games 2018, diantaranya Indonesia menciptakan All Indonesian-Final (Pertandingan Final sesama Indonesia) pada nomor pertandingan Panjat Tebing Nomor Speed Relay Putri dan Speed Relay Putra dan Bulutangkis Nomor Ganda Putra.

Indonesia juga mengakhiri puasa emas pada sejumlah cabang-cabang Olympic Sports seperti pada cabang Tenis, Karate dan Angkat Besi. Pada cabang olahraga Non-Olympic Sports, Sepak Takraw juga mengakhiri puasa emas dengan raihan emas pertama sepanjang gelaran Asian Games.

“Jangan pernah sekalipun mengecilkan perjuangan atlet Indonesia, apakah mereka bertanding di cabang yang dipertandingkan di Olimpiade (Olympic Sports) atau tidak dipertandingkan di Olimpiade, semua atlet menjalani proses menempa diri untuk menjadi yang terbaik dengan latihan dan kedisiplinan yang tidak ada bedanya,’’ ucap Menpora lagi.

Bonus Asian Games 2018 Cair


Terkait pemberian bonus bagi peraih medali sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo yang ingin bonus segera diberikan sebelum keringat atlet mengering. Bonus bagi atlet peraih medali telah diberikan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo, Minggu Pagi (2/9) di Istana Negara sebelum acara penutupan Asian Games 2018 kemarin. Bonus diberikan baik bagi atlet peraih medali (emas, perak dan perunggu), maupun atlet yang tidak meraih medali. Bonus juga diberikan kepada pelatih serta asisten pelatih.

Menpora Imam Nahrawi menjelaskan pemberian bonus ini, diberikan dengan rincian, sebagai berikut: Peraih Emas perorangan mendapatkan 1, 5 Miliar Rupiah, Peraih Medali Emas untuk Pasangan/Ganda sebesar 1 Miliar Rupiah per-orang, dan Emas beregu 750 juta Rupiah per-orang.

Peraih perak perorangan mendapatkan 500 juta Rupiah, Perak untuk Ganda sebesar 400 juta Rupiah per orang, dan perak beregu 300 juta Rupiah per orang.

Untuk peraih perunggu perorangan mendapatkan 250 juta Rupiah, Perunggu Ganda 200 juta Rupiah per orang, dan peraih perunggu beregu sebesar 150 juta Rupiah per orang.

Pemerintah juga akan memberikan bonus kepada pelatih dan asisten pelatih, dimana para pelatih perorangan/ganda mendapatkan 450 juta Rupiah untuk emas, 150 juta Rupiah untuk perak, dan 75 juta Rupiah untuk perunggu.

Para pelatih beregu mendapatkan 600 juta Rupiah untuk emas, 200 juta Rupiah untuk perak, 100 juta Rupiah untuk perunggu.

Setiap medali kedua dan seterusnya, para pelatih mendapatkan 225 juta Rupiah untuk emas, 75 juta Rupiah untuk perak, dan 37,5 juta Rupiah untuk perunggu.

Untuk asisten pelatih perorangan/ganda mendapatkan 300 juta untuk emas, 100 juta untuk perak, dan 50 juta untuk perunggu.

Para asisten pelatih beregu mendapatkan 375 juta Rupiah untuk emas, 125 juta Rupiah untuk perak, dan 62,5 juta Rupiah untuk perunggu.

Setiap medali kedua dan seterusnya, para asisten pelatih mendapatkan 150 juta Rupiah untuk emas, 50 juta Rupiah untuk perak, dan 25 juta Rupiah untuk perunggu.

Imam Nahrawi menjelaskan bahwa seluruh bonus telah dikirim langsung ke rekening masing-masing dengan nominal yang diterima berupa bonus bersih tanpa potongan pajak.

Selain berbentuk uang, bonus yang diberikan pemerintah kepada atlet juga berupa pengangkatan status sebagai Pegawai Negeri Sipil dan bonus rumah bagi setiap peraih medali.

Momentum Kebangkitan Olahraga Nasional Menuju Olimpiade 2020


Dengan total 31 medali emas, menjadikan Indonesia sebagai negara Asia Tenggara terbaik sepanjang sejarah Asian Games yang memperoleh pencapaian sebanyak 31 medali. Sebelumnya, tidak pernah ada negara di kawasan Asia Tenggara yang mampu meraih 31 emas di ajang Asian Games.

Imam menegaskan, bahwa seluruh pencapaian tersebut tentu merupakan hal yang membanggakan. Namun, perjuangan tidak akan berhenti sampai di sini mengingat masih ada Olimpiade Tokyo 2020.

Pelatnas jangka panjang akan berjalan setelah Asian Games 2018. Ia yakin, dengan modal positif dalam Asian Games 2018 ini, Indonesia kini menatap Tokyo 2020 dengan penuh optimisme, karena Indonesia berhasil mendapatkan emas dalam beberapa cabang olahraga Olimpiade, seperti angkat besi, tenis, bulutangkis, panjat tebing, dayung hingga karate.

“Setelah Asian Games 2018 ini kita akan melakukan evaluasi agar hasilnya lebih maksimal di Olimpiade 2020. Fokus setelah Asian Games ini adalah memperbaiki performa atlet-atlet kita yang akan dipersiapkan untuk cabang-cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Olimpiade Tokyo tahun 2020, serta penyusunan Peta Jalan (Road Map) Pembangunan Keolahragaan Nasional menuju prestasi olahraga Indonesia Hebat 2030.

“Ini adalah momentum kebangkitan prestasi olahraga Indonesia. Hari ini pahlawan olahraga kita telah tunaikan janji dan sumpah mereka atas perjuangan untuk ibu pertiwi. Telah mereka abadikan nama mereka sebagai juara dan pemenang yang akan dikenang selamanya. Terima kasih Pahlawan Olahraga Indonesia, untuk semua energi dan perjuangan yang menyatukan bangsa ini dan membuat kami semua bangga menjadi Indonesia," ucapnya dengan penuh rasa bangga dan haru.

Sumber : https://kominfo.go.id/index.php/content/detail/14239/prestasi-indonesia-di-urutan-ke-4-asian-games-2018-sebagai-torehan-terbaik-yang-akan-menjadi-catatan-sejarah-yang-abadi/0/artikel_gpr